|
|
Ini film Jepang dengan durasi terlama yang pernah saya lihat. Selama 2 jam 20 menit mantengin layar monitor di kamar tercinta. Jepang tidak pernah membuat film yang durasinya melebihi 2 jam lebih, satu-satunya negara di dunia yang bisa membuat pantat akaran adalah India. Hampir semua film India durasinya sekitar 3 jam.
Karena penasaran dengan film Nobody Knows (誰も知らない; Dare mo shiranai) yang katanya menang di Cannes film festival tahun 2004. Perlu diketahui film ini dibintangi oleh hanya empat anak kecil, beberapa orang dewasa hanya menjadi figuran. Dan satu lagi alurnya sumpah membuat ngantuk, tapi tak membuat beranjak untuk pergi, penasaran dengan lanjutannya.
Film ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Jepang. Tahun 1988 Jepang digegerkan oleh peristiwa "Affair of the four abandoned children of Sugamo". Empat anak yang berbeda ayah tapi satu ibu ditelantarkan oleh ibunya. Dalam keaadan tersebut 4 anak kecil tersebut dipaksa survive. Pemerintah Jepang tidak membeberkan nama asli anak-anak tersebut, hanya diberi inisial anak A, B, C, D. Makanya nama-nama dalam film pun fiktif.
Adalah Keiko Fukushima yang pindah ke daerah apartemen baru. Keiko memperkenalkan diri selayaknya penghuni baru. Akira dikenalkan kepada tetangga sebagai anak satu-satunya yang dimiliki Keiko. Adegan selanjutnya membongkar barang pindahan. Saya kaget saat koper-koper dibuka, ternyata isinya adalah anak laki-laki dan perempuan. Yang lebih besar dijemput Akira di stasiun saat sudah malam. Ternyata diketahui hanya Akira yang mempunyai serfifikat kelahiran dan yang lainnya tidak. Maka itu si ibu menyembunyikan keberadaan mereka dari pemerintah dan masyarakat.
Hidup dari 3 anak yang tidak mempunyai akta kelahiran hanya dalam apartemen. Akira yang bebas keluar masuk menjadi pelindung adik-adiknya. Untuk mengajak jalan-jalan harus menunggu malam tiba. Ketika Keiko tiba-tiba tidak pulang ke rumah. Bisa dibayangkan kehidupan mereka mulai berantakan. Kamar berantakan tidak terurus, duit menipis, air mulai tidak keluar, listrik mulai putus, sehingga satu-satunya hiburan di rumah tidak bisa dinikmati (televisi). Makan hanya mengandalkan pemberian teman Akira yang yang kerja di minimarket, itupun makanan yang hampir kadaluarsa. Aktivitas mandi dilakukan di kran taman lingkungan mereka.
Melihatnya ada kelucuan tersendiri melihat ulah anak-anak kecil tersebut. Tanpa ayah tanpa ibu. Tapi dilain pihak rasa iba pada saat-saat film ketika akan berakhir. Yuki adik perempuan Akira jatuh dari kursi dan meninggal. Tentu saja Akira tidak berani melapor ke polisi, dengan tenang memasukkan mayat adiknya ke koper dan dibawa ke area bandara untuk dikubur di sana. Keinginan Yuki yang ingin menaiki pesawat kemana saja.
Endingnya? Tanpa ending menurut saya. Hanya berlalu begitu saja tanpa ada yang mengambil alih hidup mereka. Jangan mengutuk ibu yang telah meninggalkan mereka. Film ini tidak menggambarkan ibu yang tersebut itu. Tapi lebih kepada bagaimana mereka bisa survive.
Film ini penggambarannya lebih halus daripada kejadian nyatanya. Dalam kejadian nyata Yuki bukan meninggal karena jatuh dari kursi melainkan didorong hingga membentur oleh teman-teman Akira yang main game. Kalau penasaran silahkan baca “Affair of the four abandoned children of Sugamo”

Facebook
Twitter
Digg
Del.icio.us
Yahoo
Technorati
Newsvine
Googlize this
ada ko video camnya yg dibb gw, cuma YMnya ...
