PintuNetter - One Stop Community!


Avatar
Hati-Hati Dicap Tidak Nasionalis Gara-Gara tidak Hapal Pancasila
Selasa, 18 Agustus 2009 07:00
Ditulis oleh Alid Abdul
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Hits

Hari kemerdekaan memang sudah lewat, tapi kan bulannya masih Agustus gitu. Jadi ingin nulis tentang ritual agustusan yang setiap tahun menjadi bulan yang ditunggu untuk meneriakkan kata “MERDEKA” ditiap kesempatan. Trus yang mau ditulis apaan ya? Apa tentang lomba balap karung, makan krupuk, sendok dan kelereng, panjat pinang, ato lomba yang lain? Uda basi, klise banget nulis gituan.

Hapalkah isi Pancasila? Kalau hapal coba deh sebutkan satu-satu. Pernah nggak ditodong dengan pertanyaan seperti itu? Hati-hati kalau nggak hapal bisa-bisa anda dicap nggak nasionalis. Seseram itukah? Masih mending ngapalin Pancasila, nah kalau disuruh ngapalin Undang-Undang Dasar Tahun 45 yang terdiri dari 4 paragraf [betul nggak 4 paragraf]. Wah kalau salah saya nggak nasionalis dong. Kalau boleh kembali beberapa tahun ke belakang waktu saya masih MI yang setingkat SD, silahkan deh diadu. Dengan suara sangat lantang dan berani saya hapal dengan seluruh isi undang-undang. Begini-begini bekas pembaca UUD di tiap upacara hari Senin, serta peserta lomba membaca Undang-Undang 45 tanpa naskah yang cukup puas kalah tanpa juara. Satu alasan juri waktu itu “Hapal, lantang, tapi terlalu cepat. Gugup ya?”. Kalau sekarang disuruh menghapal, boro-boro deh. Masih hapalan lagu India puluhan judul.

Sekarang, kita para pemuda dicap nggak nasionalis hanya gara-gara nggak hapal gituan. Dicap nggak cinta negara kalau nggak tahu budaya sendiri. Gamelan, wayang, tarian tradisional, lagu daerah, dan lain-lain. Jujur saya lebih sedikit tahu budaya negara Jepang saking seringnya baca komik jepang, budaya Korea saking seringnya lihat serial drama Korea, lebih tahu lagi budaya India karena seringnya liat film Hindi. Kenapa kok bisa begitu? Satu jawabannya, karena saya nggak dikenalkan dengan budaya negeri sendiri. Tapi lebih kenal negara lain dari baca. Tapi kenapa orang-orang dengan tega mengumpat kepada kami para pemuda yang nggak tahu-menahu budaya negeri sendiri. Salah siapa? Kita apa generasi sebelum kita? Saya lebih paham lagu Inggris daripada nyanyian seorang Sinden yang bahasanya nggak ngerti dan ditelinga kedengarannya sangat gatal. Televisi jarang menayangkan hal-hal berbau budaya. Buku hanya formalitas tanpa ada aplikasi.

Terkadang iri sama negara maju tapi budaya masih tetap melekat kuat. Memakai batik hanya waktu ada acara tertentu. Beda dengan India, Jepang, Korea yang memakai pakaian tradisional untuk sehari-hari. Kita seperti negara yang tidak punya budaya. Jarang juga mendengar musik gamelan atau alat musik tradisional diselipkan di musik-musik modern. Tapi mendengar musik India masih kental dengan sitar, tabla dan musik tradisional lain meski genre musiknya Rock, RnB, Pop. Masih mendengar dentuman taiko Jepang disela-sela musik modern Jepang.

Pernah mendengar Aaron Taylor Kuffner? Dia membuat GamelaTron, yaitu koleksi instrumen musik milik Indonesia yang bernama gamelan. Kata Tron dari elektronik, karena alat tersebut dijalankan oleh lengan-lengan elektronik sebanyak 117 buah. Malu kalau melihat bangsa lain meriset secara serius budaya kita. Robot gamelan tersebut telah menggelar konser di berbagai negara. Kita baru akan mencak-mencak jika ada negara tetangga mencomot budaya kita. Hello sebelumnya kemana?

Jadi jangan salahkan kami kalau kami tidak hapal Pancasila, masak kemana-mana harus bawa buku PPKn. Jangan salahkan kami juga kalau tidak tahu budaya sendiri. Kalian yang harus disalahkan karena tidak memperkenalkan kepada kami. Coba sekarang kami ganti bertanya. Apakah kalian juga hapal?

 

Tulis Komentar


Kode pengaman
Segarkan

Member Online

None
PintuNetter.com Bertransformasi
23/09/2009 | alid_abdul

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin. Dengan bangga PintuNetter.com meluncurkan wajah baru dan sistem [ ... ]


[2012] Film Disaster Terdahsyat yang Pernah Saya Tonton
16/11/2009 | oline_79

Udah lama g nulis di sini, kangen juga, siapa tau dapet hadiah dari Dul, hahahaha

2012 Film ini sebetulnya terbilang minim promosi. Promosi yang saya  [ ... ]


Artikel lain
Signup to Bukisa, Get Paid For Publishing your Knowledge!
Banner

Suara Konsumen

Trikomsel Bikin Naik Darah dan Trauma Beli Sony Ericsson
05/08/2009 | Rina Arliny
article thumbnail

Posting lagi akh….
Sebenernya waktu nulis ini di rumah sedang mati listrik, alhamdulillah masih ada genset yang bisa diandalkan. Tapi tetep aja bete mikirin PLN nggak punya nurani, secara ini kan ma [ ... ]


Tulisan Bebas

Damailah Bangsaku Tersenyumlah Pertiwiku
13/08/2009 | Eka Sulistyana
article thumbnail

Secangkir kopi manis menemaniku ketika dalam kesendirian melihat acara televisi, perlahan kuhisap rokok kesayangan dan dengan perlahan asap keluar dari sela bibir, ach.. ada kenikmatan disana namun te [ ... ]


Opini Produk

Blackberry Curve 8310..Tentang kurang lebihnya..
16/01/2009 | Anisa Adisti
article thumbnail

Okey, seperti janji saya pada Rina, maka saya akan berusaha ‘menelanjangi’ BB 8310 saya..Hehehe… Belakangan ini, fenomena pemakaian gadget Blackberry seolah-olah seperti dulu demam Nokia Sejuta [ ... ]


Review Film & Resensi Buku

Review Buku Pengocok Perut [Trik Agar Keliatan Pinter Di Kelas - Noval Dias]
12/02/2009 | Alid Abdul
article thumbnail

Akhirnya Datang Juga… nggak gue nggak lagi liat acara tipi, tapi gue mau ngereview bukunya Mr. Handsome alias Noval Dias. Becoz wat? Gue dah janji ma dia kalau gue dikasih gratis bukunya bakalan gue [ ... ]


Copyright © 2010 PintuNetter - One Stop Community!. All Rights Reserved.
Home | About | Peraturan