|
|
Okey, seperti janji saya pada Rina, maka saya akan berusaha ‘menelanjangi’ BB 8310 saya..Hehehe…
Belakangan ini, fenomena pemakaian gadget Blackberry seolah-olah seperti dulu demam Nokia Sejuta Umat seri 5110, 8210. Kemanapun mata memandang, seolah penampakan BB menjadi teror dibenak saya. Bagaimana mungkin gadget itu bisa bertebaran dimana-mana bagaikan kacang goreng? Penggunanya? Anak SMA sampai Eksekutif Muda. Dan jujur saja, saking saya nggak sreg nya, saya tidak bisa membedakan seri satu dengan lainnya bila melihat dari bentuknya.
Rasanya saya lebih sreg melihat warna Nokia E63 yang merah cabe, atau Nokia E71 yang simpel tapi warna titanium nya menggoda sekali. Harganya juga masih bisa ‘digoyang’ kalau membelinya bukan di counter Nokia.
Tapi pada suatu sore, suami ku sang azalea_fr ngotot menjual hape nya dan menambahi sisanya, menukar tambah sang hp dengan Seonggok BB. Saya tenang-tenang saja. Ah, sebodo. Dia yang mau pakai ini. Saya kan sudah dibekali SAMSUNG i600 yang cukup mumpuni. Yang pasti sudah user-friendly dengan saya.
Ternyata sampai dirumah, ada sebuah alasan yang tidak bisa saya kemukakan disini, yang akhirnya membuat saya harus merelakan sang SAMSUNG i600 ditukar dengan BB 8310. Aduh, guondok bener…!
Seharian saya ngga bisa menggunakan BB, karena nggak suka, masih ngambek dan akhirnya kepepet karena lampu mati dan laptop otomatis ikutan off. Rupanya si BB harus di setting oleh provider yang kita gunakan untuk mencapai akses maksimal.
Suami akhirnya membawa BB ke gerai Indosat dan mengaktifkan settingan BB menggunakan IM3. Rupanya–saking katronya nih!– ada paket penggunaan BB unlimited dari Indosat. Per bulannya Rp.160.000 untuk pengguna IM3.
Kemudian kita diberikan 2 lembar kertas fotocopy yang berisi petunjuk untuk membuat akun email Blackberry dari Indosat. Dengan menggunakan fasilitas ini, maka kita dapat mengakses 3 atau 4 email sekaligus dalam satu waktu. Setiap email yang keluar dan masuk untuk kita dapat dipantau dengan cepat melalui fitur ‘Messages’. Hanya saja, saya masih kesulitan mencari email yang sudah pernah masuk sebelum saya menggunakan BB. Jadi saya hanya bisa membaca dan membalas email yang statusnya ‘recent’ saja, sejak saya menggunakan BB.
Attachment pun bisa dibuka,seperti foto misalnya. Hanya saja memang butuh waktu sampai ter up load dengan sempurna.
Kemudian untuk yang maniak chatting, Blackberry menyediakan fitur Windows Live Messenger, Google Talk dan Yahoo Messenger. Dapat dinyalakan sekaligus.
Yang sedang ikutan booming Facebook, kemudahan dari BlackBerry untuk mengakses situs ini dengan adanya fitur Facebook yang tersedia di handle BB langsung. Kalau kita mau masuk ke mobile site Facebook, tinggal klik icon Facebook di BB kemudian akan muncul pilihan :go to mobile site” maka kita langsung masuk ke situs mobile facebook.Ada pula fasilitas upload foto langsung dari BB. Setiap ada meesage, tulisan di ‘Wall’ FB, komen dari status kita atau komen terhadap foto, BB memberikan notifikasi langsung.
Untuk Media, Blackberry 8310 ini hanya bisa memutar file video versi MP4. Video dengan format lain hanya bisa terdengar suaranya saja. Untuk musik, saat ini saya baru menjajal kemampuan musik dengan file MP3.
Kamera Blackberry 8310 2.0MP dengan flash. Sayangnya, BB tidak bisa merekam video. Entah saya yang belum menemukan cara merekam video atau memang tidak ada supportnya. Memang terdengar aneh, tapi saya sudah mengutak atik BB semalam suntuk untuk merekam video, belum ‘nemu’ juga caranya. Yasudah, reportase yang satu ini menyusul.
Koneksi menggunakan IM3 cukup bagus. Meski ‘tetap’ tergantung sinyal, akses internetnya tergolong bagus. Untuk googling, fesbuk, atau chatting di YM.
Selain itu, ada fitur GPS, To-Do List, Voice Dial, PTT, Calculator dan Organizer yang terdapat dalam Blackberry. Konon katanya GPS nya benar-benar berfungsi..*belum jajal*
Yang pasti sistem navigasinya membuat ‘keder’ kalau kita biasa menggunakan ponsel yang simpel, karena terlalu banyak icon dan fitur baru. Tapi keypad nya memang empuk dan besar, sehingga memudahkan kita untuk mengetik text sms, email maupun chat dengan teman. Speakernya pun juga keras, tidak seperti smartphone pada umumnya yang speakernya ‘mendem’. Hasil foto kurang cerah, tapi dibandingkan kamera SAMSUNG i600, hasil jepretan BB 8310 lebih sempurna. *Jangan bandingkan dengan hasil foto SE K810i yang cybershoot itu..jauh!*
Kekurangan BB Curve 8310:
- Pengalaman menggunakan SE K810i yang bisa digunakan untuk video call tidak bisa saya ‘jajal’ dengan BB. Meski konon katanya sudah support berbagai macam koneksi hebat, tenyata BB 8310 ini TIDAK SUPPORT 3G! Astaganagabonar….ampyuun deh!
- Bluetooth nya ribed banget, selalu harus ‘pair device’. Tidak se simpel kalau menggunakan nokia, SE atau smartphone lainnya.
-Tidak ada Radio, padahal saya senang sekali ponsel yang ada radionya, bisa update pengetahuan dan lagu baru yang sedang hits di radio..uh!!
-Tidak ada WLAN apalagi WiFi..
-Aksesorisnya ampun mahal! Suka melihat Blackberry dibungkus dengan sarung silikon warna -warni nge jreng? Nah, sarung silikon itu harganya ‘cuma’ Rp.125.000. Belum lagi beli Memory Card nya..Duh banyak bener deh pengeluaran buat beli BB ini…
Harga di pasaran di bandrol dengan Rp.4.500.000, tapi kalau ada relasi yang di luar negeri akan pulang ke sini, bisa titip dengan harga yang lebih murah *katanya lagi….*
Untuk yang punya ponsel berharga Rp.2.000.000-Rp.3.000.000 an dengan fasilitas wifi, video recording, radio, wifi, 3G,disarankan jangan beli BlackBerry. Karena ponsel ini memang hanya mengandalkan koneksi internet yang cukup stabil, tanpa menggadangkan unsur entertainment. Untuk yang supersibuk dan butuh timeplanner yang baik, ponsel ini boleh di coba..
cheers,
Anisa

Facebook
Twitter
Digg
Del.icio.us
Yahoo
Technorati
Newsvine
Googlize this
ada ko video camnya yg dibb gw, cuma YMnya ...

Komentar
ko' kesanx jd tambah ribet gtuh yahh ????
hufm sama dong,,,
tentang video,q jg ngalamin tuh,,,
tp di buku panduannya ada video dan pk kamera video,tp dah di otak atik gak da tuh kamera videonya,,
http://www.pintunetter.com/components/com_jcomments/images/smiles/laughing.png
bodoh bodoh masa bb dibilang kagak bisa rekam video